Persebaran Jenis Tanah di Indonesia dan Pemanfaatannya

Daftar Isi

Bagikan Artikel :

Bagikan Artikel :

            Persebaran jenis  tanah di indonesia sangatlah beraneka ragam, sebagai petani kita mesti paham betul cara pemanfaatannya. Apalagi tanah merupakan bagian terluar dari permukaan bumi yang menyediakan segala kebutuhan makhluk hidup, khususnya tumbuhan yang terdiri dari organik dan anorganik. Tanah memiliki peranan sangat penting dalam ekosistem kehidupan, untuk tumbuhan tanah berperan sebagai penyedia unsur hara serta mineral dan menjadi penompang kehidupan tumbuhan.

Untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan secara baik, tanah membutuhkan beberapa elemen dasar untuk prosesnya mencukupi kebutuhan dari makhluk hidup yang menjadi media tanam nya. Elemen dasar tersebut meliputi mineral, air, udara, zar hara. Ketika tanah mempunyai ke 4 elemen dasar itu, maka tanah yang menjadi media tanam bagi tumbuhan tergolong tanah yang subur dan segala kebutuhan organik tumbuhan minimal sudah tercukupi, disamping ada faktor pendukung dari campur tangan manusia atau hewan.

Sebagai negara yang dikenal dengan negara Agraris, di Indonesia memiliki jenis tanah yang perlu diketahui serta karakteristik yang bermacam macam. Tanitoon akan memberikan beberapa contoh persebaran tanah yang ada di Indonesia.

  1. Tanah Aluvial

Tanah ini berasal dari proses sedimen atau endapan yang terdapat di sungai, danau, bahkan air yang menggenang. Tanah ini dapat terlihat jika air sudah surut atau menguap, memiliki ciri ciri warna coklat atau ke abu abuan.

Tingkat kesuburan tanah Aluvial ini terbilang tinggi, karna perlahan tanah ini menyerap banyak unsur hara sehingga cocok untuk bercocok tanam contohnya tanaman palawija, kelapa, dan lain lain. Penyebaran tanah ini cukup merata, bisa ditemukan di wilayah Utara Sumatra, Kalimantan, Jawa, Papua.

  1. Tanah Vulkanik

Tanah yang berasal dari hasil pelapukan material yang di keluarkan oleh aktivitas gunung, salah satu contohnya gunung meletus. Tanah ini sangat kaya akan kandungan unsur hara serta mineral sehingga akan sangat cocok untuk perkebunan atau pertanian. Ada 2 jenis yang termasuk tanah vulkanik, yaitu Regosol dan Andosol.

  • Regosol

Tanah yang berasal dari hasil pelapukan meterial padat dan cair dari gunung berapi. Ciri ciri tanah ini ialah berwarna kelabu hingga kuning, tekstur nya kasar, cocok untuk ditanami tumbuhan seperti tembakau, palawija, buah buahan. Tanah ini mudah dijumpai di dekat lereng gunung seperti di wilayah Jawa, Sumatra, Bali, Nusa Tenggara.

  • Andosol

Sama hal nya dengan regosol, namun tanah ini memiliki ciri ciri yang berbeda. Tanah ini memiliki daya penyerapan air yang banyak dan tingkat kelembapannya tinggi sehingga kaya akan mineral dan nutrisi, lebih cocok digunakan untuk pertanian. Persebaran tanah ini biasanya terdapat di daerah yang tingkat curah hujannya tinggi.

  1. Tanah Organosol

Jenis tanah ini merupakan hasil dari proses pelapukan bahan organik. Tanah ini memiliki tekstur yang basah, halus, dan lembek sehingga akan mudah dijumpai di daerah yang tingkat curah hujannya yang tinggi. Salah satu jenis tanah ini yang mudah kita pahami di Indonesia ada 2, Tanah Humus dan Tanah Gambut.

  • Tanah Humus

Tanah ini merupakan hasil pelapukan organik sempurna dari tumbuh tumbuhan. Kenapa dikatakan sempurna, karna dalam prosesnya tanah ini menghasilkan kandungan nitrogen dan phosphorus yang tinggi serta pH yang netral. Sehingga sangat baik untuk meningkatkan kualitas tanah. Cocok untuk pertanian dan perkebunan salah satu contohnya padi, karet, kelapa, dan lain sebagainya. Persebarannya pun merata di Indonesia, mulai dari Sumatra Selatan, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi, dan Papua Selatan.

  • Tanah Gambut

Proses tanah ini berbeda dengan tanah humus, proses tanah gambut cenderung tidak sempurna karna terbentuk dari tanaman yang mati dengan kondisi tanaha yang basah atau kembab sehingga sirkulasi udaranya rendah. Memiliki tingkat pH yang rendah (asam) dan rendah akan unsur hara sehingga menjadikan tanah ini berwarna kehitaman. Namun, tanah ini masih bisa untuk ditanami tumbuhan seperti karet, kelapa, palawija. Persebarannya meliputi Kalimantan, sebagian Sumatra, dan selatan Papua.

  1. Tanah Litosol

Tanah ini ada kaitannya dengan proses vulkanik. Terbuat dari hasil batuan beku vulkanik yang memiliki tekstur kasar dan keras, sehingga kandungan bahan organik dan unsur hara nya rendah. Tanah ini masih bisa untuk pertanian atau perkebunan, hanya saja membutuhkan perlakuan atau tambahan aktivitas unsur hara dan bahan organik dari tumbuhan lain untuk menjaga produktivitasnya. Persebaran tanah ini terdapat di daerah yang memiliki tingkat kecuraman yang tinggi seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa, Sulawesi.

  1. Tanah Laterit

Dikenal dengan nama Tanah Merah, karna tanah ini merupakan hasil proses pelapukan bahan batuan dan mineral yang mengandung besi dan aluminium. Tanah ini terbilang kurang subur karna minimnya unsur hara, namun tanah ini masih bisa ditanami tumbuhan seperti kopi, cengkeh, kelapa. Persebaran tanah ini meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa.

  1. Tanah Latosol

Tanah dengan ciri merah kecoklatan ini memiliki unsur hara yang kaya di bagian permukaannya, dapat menampung dengan baik dan dapat menahan erosi. Dibalik mengandung zat besi dan aluminium, tanah yang masih tergolong laterit ini memiliki pH yang netral sehingga masih bisa ditanami tanaman seperti cengkeh, kopi, kelapa sawit, kakao. Persebarannya cukup merata antara lain sebagian Sumatra, Kalimantan, Jawa, Papua.

  1. Tanah Podsol

Terletak di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, memiliki unsur hara yang rendah serta memiliki sifat drainase yang rendah sehingga tanah ini tidak terlalu subur. Namun tanah podsol masih dapat digunakan untuk pemeliharaan tanaman hutan atau tanaman seperti karet, kelapa. Persebarannya meliputi Sumatra Utara, Kalimantan, Jawa, Papua.

  1. Tanah Grumusol

Tanah yang berasal dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik, tekstur dari tanah ini cenderung kering dan halus serta kandungan organik nya yang rendah dan bisa dikatakan tidak terlalu subur. Namun tanah ini masih bisa digunakan media tanam seperti jati, jagung, tebu. Tanah ini mempunyai sifat yang mudah berair dan mudah untuk kering atau erosi jika tidak dikelola dengan baik. Persebaran tanah ini meliputi Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat

  1. Tanah Kapur

Seperti namanya, tanah dengan kandungan kapur (CaCO3) terletak di daerah yang memilik aktivitas vulkanik. Rendah akan unsur hara, biasanya memiliki pH yang tinggi sehingga tergolong tanah yang tidak subur dan tidak cocok menjadi media tanam bagi tumbuhan yang membutuhkan banyak air. Tanah ini masih bisa digunakan untuk tumbuhan yang daya tahannya kuat dan lama seperti pohon jati. Persebarannya terletak dekat pegunungan yang mengandung kapur seperti sebagian Jawa, Nusa Tenggara Timur.

Sumber :

https://www.zenius.net/blog/jenis-tanah-indonesia-persebarannya

https://www.brainacademy.id/blog/jenis-tanah-dan-persebarannya

https://www.mertani.co.id/post/jenis-jenis-tanah-di-indonesia

https://pertanian.uma.ac.id/jenis-tanah/

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/jenis-jenis-tanah

Tanitoon
Tanitoon
Tanitoon Indonesia adalah sebuah toko online yang berdedikasi sepenuhnya untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Kami bangga menjadi pionir dalam penyediaan berbagai produk pertanian berkualitas tinggi yang akan membantu petani, perkebunan, dan pecinta pertanian mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Artikel Populer

Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat WA Admin