Dari Lulusan Sekolah Dasar, Menjadi Juragan Semangka Yang Sangar

Daftar Isi

Bagikan Artikel :

Bagikan Artikel :

Dari lulusan sekolah dasar sekarang menjadi pengusaha semangka yang sangar. Pria bernama Palinrungi hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) yang sekarang mampu memperdayagunakan pekerja 10 orang karyawan. Pria kelahiran Sidrap 1 Juni 1970 ini tergabung dalam kelompok tani “Pesona Mansapa” Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Utara. Seorang petani serta juragan buah ini memiliki lahan garapan sekitar 8 hektar luasnya, dan sekarang petani sukses ini mempunyai 3 toko buah yang berada di Kota Nunukan.

Awal mula sebelum menetapkan untuk menjadi seorang petani buah, ia merupakan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang merantau dari kampung halamannya ke negeri Jiran, letaknya di Tawau, Malaysia pada tahun 2002 silam sebagai kuli bagian tambak perikanan. Hingga akhirnya ia merasa kurang cocok dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk pulang ke Indonesia pada tahun 2015.

Di Nunukan, Palinrungi dalam bertani tidak mempunyai pengalaman sama sekali. Hanya tekat berkebun dan bertani yang kuat saja ia mencoba berbagai hal hingga ia bertemu dengan temannya . “Di Nunukan saya dari nol dan tidak memiliki apa apa, hanya keinginan kuat untuk bertani dan berkebun saja, saya bertemu dengan teman yang bernama Togo seorang petani, dia mengajak saya untuk berkebun dan meminjamkan lahannya di Nunukan Selatan.”

“Kurun waktu 2005 sampai 2007 saya mencoba bertani menanam berbagai sayuran seperti kacang panjang, timun dan sayuran daun, hasilnya pas pasan dan terkadang mengalami kerugian bahkan modal pun tidak kembali, saya nyaris putus asa” kata Palinrungi.

Sekitar tahun 2008, ia mencoba menanam semangka. Namun memang belum waktu nya ia mendapatkan hasil yang baik, “waktu itu saya tanam semangka dan hasilnya gagal sampai 3 kali musim tanam, saya berpikir ternyata bertani di Nunukan tidak semudah yang dibayangkan, karena kita bertani di daerah yang asam. Betul betul kita harus pelajari cara menanamnya, dari kegagaln itu saya belajar, kemudian mulai juga sudah masuk PPL yang menyarankan kepada kami, agar tanahnya dilakukan pengapuran terlebih dahulu” ujarnya.

BACA ( CARA MENANAM SEMANGKA)

Setelah mencoba dan mengetahui teknik menanam semangka yang baik, pada musim tanam semangka selanjutnya ia melakukan pengapuran dan sejak itu mulai terlihat hasil yang membaik, produksi saat itu sekitar 2 ton. Ada informasi bahwa saat itu ada jenis semangka tanpa biji, kami tertarik untuk mencoba cara mengembangkannya. Mulai ia mencari bibit semangka tanpa biji di toko pertanian Nunukan, dapatlah ia bibit semangka itu yang berasal dari Malaysia yang waktu itu 90 biji dengan harga Rp. 100.000. Dengan bekal ilmu pengalaman ia sendiri serta ilmu yang ia peroleh dari buku maupun orang lain, ia memperoleh hasil menanam semangkat tanpa biji itu sebanyak 300 kg dengan harga Rp. 4000/kg nya. “Rasanya senang sekali karena dengan harga segitu sudah lumayan”, ujarnya riang.

Sejak saat itu semangatnya menjadi besar, produktivitas menanam Palinrungi berkembang. Mulai menanam dari 2 bungkus dengan panen 700 kg, hingga 5 bungkus dengan panen 2 ton lebih. Palinrungi mulai mengembangkan hasil buahnya karna menurutnya dengan 2 ton itu tidak akan habis jika di jual di Nunukan saja. Sehingga ia mencari tambahan tenaga kerja hingga ia terpaksa turun sendiri untuk mencari tempat atau toko yang dapat menjadi tempat jualan buahnya itu.

Pada tahun 2011 toko buahny menjadi 3 unit, selain menjual semangka ia juga menjual aneka macam jenis buah seperti melon, anggur, apel, jeruk mandarin, dan lain lain. Menurutnya jika produksi semangka miliknya bagus bisa mencapai 20 ton lebih per hektar. Selain itu ia menjamin kualitas produknya kepada konsumen dengan memiliki sertifikat produk prima 3 yang menjamin keamanan buah dengan level residu pestisida di bawah ambang batas yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Propinsi Kalimantan Utara. Palinrungi bersyukur dengan hasil usahanya itu ia mampu membangun 3 unit rumah, 1 unit mobil dan sebuah pick up yang di gunakan untuk transportasi usahanya.

SUMBER

https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-profil/16317-Kisah-Lulusan-SD-Sukes-Menjadi-Petani-Semangka-dan-Juragan-Buah

Tanitoon
Tanitoon
Tanitoon Indonesia adalah sebuah toko online yang berdedikasi sepenuhnya untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Kami bangga menjadi pionir dalam penyediaan berbagai produk pertanian berkualitas tinggi yang akan membantu petani, perkebunan, dan pecinta pertanian mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Artikel Populer

Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat WA Admin