Jenis media tanam merupakan salah satu faktor terpenting dalam proses kehidupan tumbuhan yang mana menjadi lingkungan tempat pertumbuhan akar. Penting untuk dipahami, perkembangan akar akan menjadi awal kehidupan tumbuhan sehingga media tanam harus mengandung beberapa unsur diantaranya unsur hara yang baik, mineral, udara untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Selain itu media tanam perlu memiliki kontrol dalam kebutuhan air (drenaise) serta kebutuhan oksigen atau udara (aerasi) untuk menjaga kelembaban di sekitar akar tumbuhan atau tanaman agar tidak mudah lapuk atau rapuh.
Standar yang digunakan media tanam harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam, serta kondisi lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya tanaman atau tumbuhan yang ingin kita tanam. Media tanam dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu organik dan anorganik
- Media Tanam Organik
Salah satu cara menanam dengan menggunakan bahan bahan alam yang dapat terurai. Kelebihan dari media tanam ini adalah dapat memberikan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan, serta menjaga kelembaban yang baik. Salah satu yang tergolong dari media tanam organik meliputi :
- Arang
Berasal dari hasil proses pembakaran kayu atau batok kelapa. Media tanam ini cocok untuk tanaman yang kuat dengan kondisi lembab, namun kandungan unsur hara yang dapat di tampung media tanam ini cukup rendah sehingga biasanya hanya digunakan sebagai bahan tambahan saja. Beberapa manfaat arang bagi tanaman antara lain :
- Dapat menyerap cukup banyak kadar air sehingga dapat menjaga kelembaban.
- Mampu menetralisir zat racun.
- Kuat dan tidak rapuh.
- Minim akan terkena jamur.
- Kompos
Pada umumnya banyak yang menggunakan media tanam ini untuk proses pertumbuhan tumbuhan atau tanaman. Kompos berasal dari proses fermentasi bahan bahan limbah organik mulai dari kotoran hewan, limbah buah dan sayur. Disamping proses membuat nya yang mudah dan efisien, keunggulan kompos lainnya yaitu dapat memperbaiki unsur tanah dan membuat tumbuh kembang tumbuhan menjadi baik karna kandungan unsur hara nya yang melimpah
- Tanah
Jenis media tanam yang melimpah dan mudah dijumpai di sekitar kita. Tanah yang cocok untuk ditanami tanaman adalah bagian paling atas, karena sebagian besar bahan organik berkumpul dan mengalami pembusukan. Pemanfaatan tanah dapat digunakan di mana saja seperti pekarangan rumah, namun akan lebih baik dan cepat dalam proses perkembangan tumbuhannya jika menambah media tanam yang sudah dicampuri bahan bahan organik maupun anorganik lainnya.
- Moss
Disebut juga dengan lumut, lumut yang digunakan bukanlah lumut biasa melainkan lumut dari tanaman paku. Media ini mengandung nitrogen yang tinggi dan sedikit fosfor. Mampu menjaga kelembaban dengan baik. Biasanya media tanam ini digunakan saat masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Sebaiknya moss dikombinasikan dengan media tanam lainnya seperti tanah, gambut, kulit kayu.
- Pupuk Kandang
Berasal dari kotoran hewani, media tanam ini kaya akan unsur hara nya seperti mineral, natrium (N), fosfor (P), hingga kalium (K). Selain itu pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang mampu memproses bahan organik yang sulit di cerna tanaman sehingga akan mudah diserap oleh tanaman.
- Media Tanam Anorganik
Jenis media tanam yang terdiri dari buatan manusia, memiliki kelebihan untuk menjaga serta meningkatkan kualitas drenase dan aerasidalam proses pertumbuhan tumbuhan agar lebih baik dan stabil. Namun kandungan yang ada didalam media tanam ini cenderung rendah untuk kebutuhan perkembangan tumbuhan atau tanaman. Beberapa yang tergolong dalam media tanam anorganik :
- Tanah Liat
Merupakan jenis tanah yang bertekstur halus serta lengket (lumpur). Memiliki pori pori yang kecil sehingga dapat mengikat air yang cukup kuat dan menjaga kelembaban dalam waktu yang cukup lama. Tanah liat memiliki kandungan zar hara dan mineral yang rendah, sehingga butuh adanya bahan bahan pendukung lainnya untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tumbuhan atau tanaman.
- Pasir
Umumnya dipakai sebagai bahan alternatif dari tanah, pasir biasanya digunakan sebagai media penyemaian benih, pertumbuhan bibit, dan pengakaran setek batang. Sifatnya cepat kering sehingga akan mudah dalam proses pengangkatan bibit tanaman untuk di pindahkan ke media lain. Keunggulan lain dari pasir ialah dapat meningkatkan sistem air (drenase) serta udara (aerasi) media tanam.
- Kerikil
Ukurannya lebih besar dari pasir, kerikil memiliki peranan dalam proses drenase (air) dan mencegah kondisi lembab yang berlebihan dan tumbuhnya fungi atau jamur. Keunggulan nya sama seperti pasir yaitu meningkatkan sirkulasi air dan udara yang akan meningkatkan perkembangan tumbuhan atau tanaman.
- Vermiculite
Terbentuk dari serpihan kering dari bahan silikat yang bersifat menyerap. Dihasilkan dari pemanasan kepingan mika serta mengandung potasium dan kalsium. Memiliki kemampuan tukar kation yang tinggi dalam keadaan padat dan basah. Biasanya digunakan agar tetap lembab dan tidak kering.
- Spons
Media tanam yang biasa di pakai tanaman hias dan cukup populer di kalangan pecinta tanaman. Membantu proses penyerapan air bagi bunga atau tumbuhan, karakternya cenderung ringan serta fleksibel untuk kegiatan rutin pergantian pot. Kelebihan lainnya ialah tingginya daya serap air dan unsur hara yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Kelemahan media tanam ini ialah daya tahan nya yang tidak lama dan mudah hancur.
Media tanam anorganik adalah media tanam yang terdiri dari bahan-bahan buatan manusia, seperti pasir, kerikil, atau lempung. Media tanam anorganik memiliki kelebihan dalam menjaga drainase tanah dan membuat sistem pertumbuhan tumbuhan lebih stabil. Namun, media tanam anorganik biasanya kurang memberikan unsur hara yang diperlukan tumbuhan.
Sumber :
https://mgbgarden.com/jenis-jenis-media-tanam-dan-fungsinya/
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/83187/Macam-Macam-Media-Tanam/
https://dinperta.bojonegorokab.go.id/berita/baca/132
https://repository.uin-suska.ac.id/27846/2/GABUNGAN%20.pdf




