Pengolahan Lahan Tanaman Semangka

Daftar Isi

Bagikan Artikel :

Bagikan Artikel :

Pengolahan lahan tanaman semangka, ada beberapa hal yang harus diperhatiakan. Semangka merupakan jenis tanaman tropis. Seperti yang sudah kita ketahui, buah semangka mengandung kandungan air yang sangat banyak sehingga dapat mencegah rasa dahaga. Buah yang berasal dari Afrika Tengah ini menyebar dari India, China, hingga Indonesia.

Semangka salah satu komoditas hortikultura buah dengan kontribusi produksi sebesar 576.178 ton dengan nilai presentase sebesar 2,86% yang memiliki urutan ke-10 dari 26 jenis komoditas buah yang ada di Indonesia. Sehingga buah ini menjadi daya tarik yang tinggi masyarakat dan tingkat penyediaan semangka di Indonesia cenderung lebih rendah dari tingkat konsumtif  masyarakat. Jadi, buah semangka ini tergolong bagus untuk dibudidayakan.

Maka dari itu perlu adanya perhatian dalam mengolah sumberdaya alam, contohnya lahan yang akan digunakan untuk budidaya semangka. Langkah langkah yang perlu kita awali adalah

1. Persiapan pengolahan lahan

Semangka akan bagus jika terkena sinar matahari langsung, cocok jika ditanam dengan suhu sekitar 25 – 30 derajat celcius, serta ketinggian nya sekitar 0 – 700 mdpl dengan tingkat pH tanah sekitar 6 – 6,8

(BACA JENIS TANAH DAN MEDIA TANAM)

2. Pembukaan lahan

Lahan yang akan digunakan perlu dilakukan perataan tanah dan pembalikan tanah  hingga menjadi pecahan pecahan yang merata, selanjutnya penghalusan dan pemerataan bongkahan tanah pada sisi bedengan di tempat penanaman semangka dilakukan menggunakan cangkul. Hal hal yang mengganggu perkembangan tanaman semangka harus dibuang, seperti akar tanaman terdahulu hingga bekas jenis tanaman liar.

3. Membentuk bedengan

Bedengan sangat dibututuhkan supaya sirkulasi air yang ada di tanah mudah mengalir keluar melalui saluran yang sudah dibuat. Lebar bedengan kira kira 7 – 8 meter dengan tinggi minimum 20 cm. Jika menggunakan sistem tunggal maka jarak tanam yang digunakan 90-100 cm x 300 cm, jika menggunakan sistem ganda maka 90-100 cm x 6-7 m.

4. Pengapuran

Menggunakan kapur pertanian dengan kandungan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) seperti kapur karbonat atau kapur dolomit. Digunakan pada pH tanah sekitar 4-5 diperlukan sekitar 150-200 kg dolomit per 1000 m2, untuk pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH lebih dari 6 dibutuhkan dolomit sekitar 50 kg.

5. Pemupukan

Menggunakan pupuk organik dan anorganik. Pemberian pupuk dilakukan setelah pengapuran atau sekitar dua minggu sebelum proses tanam. Pupuk kandang yang digunakan sekitar 12 ton/ha atau 1,5 kg/tanaman. Pupuk kandang harus sudah matang/jadi, karna jika tidak tanaman akan kerdil bahkan sampai layu, dilanjut pupuk buatan disebar rata pada bedengan. Pemberian pupuk dasar untuk semangka tanpa biji  per tanaman sekitar 85 g ZA, 50 g urea, 30 g SP-36, 85 g KCI dan 2 g Borate. Sedangkan untuk semangka berbiji, kebutuhan pupuk per tanaman adalah 80 g ZA, 40 g urea, 30 g SP-36, 70 g KCI dan 2 g Borate.

SUMBER

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/75032/penyiapan-lahan–tanaman-semangka-/

Tanitoon
Tanitoon
Tanitoon Indonesia adalah sebuah toko online yang berdedikasi sepenuhnya untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Kami bangga menjadi pionir dalam penyediaan berbagai produk pertanian berkualitas tinggi yang akan membantu petani, perkebunan, dan pecinta pertanian mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Artikel Populer

Social Media

One Comment

Trackbacks and Pingbacks

  1. buy tadalafil online canada

    buy tadalafil online canada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat WA Admin